Penting untuk : Diagnosa penyakit Pengawasan Epidemiologi Pengendalian penyakit
Pengujian Biokimia Konvensional
Pendekatan klasik untuk mengklasifikasikan bakteri ke dalam spesies Karakterisasi fenotipik Butuh waktu Sering terjadi keragaman Mahal “Gold Standard”
Uji Identifikasi Cepat
Digunakan sejak awal tahun 80an untuk beberapa jenis bakteri Sebagai alternatif terhadap pengujian konvensional Waktu, tenaga, dan beaya set up lebih sedikit Beaya operasional Setelah dievaluasi secara ekstensif, diterima oleh sebagian besar ahli mikrobiologi
Berbagai Tipe Pengujian Cepat
Kemampuan untuk mengidentifikasi spesies mikroba berdasarkan: Uji Biokimia Uji Biokimia dan enzimatis Immunoassays DNA
Uji Cepat Berdasarkan Biokimia & Enzimatik
VIP untuk EHEC (Produk BioControl)
Teknik generik Immunoassays PCR dengan langkah-langkah: Ekstraksi DNA Ekstraksi DNA otomatis PCR: Konvensional PCR Real time PCR Cara deteksi lainnya
Uji Cepat Berdasarkan Immunoassay & DNA
Feses mengandung senyawa-senyawa penghambat PCR Perlu dikembangkan metoda untuk mengekstraksi DNA dari: Viruses Bacteria Parasit
Ekstraksi DNA
easyMAG Extraction
Cepat (5 minutes) Semua serba otomatis (easyMAG dihidupkan, tunggu hingga lampu berwarna orange berubah menjadi hijau, kompoter dihidupkan, proses berlangsung hingga langkah terakhir)
Lightcycler
Pengembangan PCR Real time amplification and detection evaluated TaqMan
‹#›
TAQMAN
Penyiapan Mastermix (7 minutes) Keluarkan reagensi dari freezer: x2 universal mastermix, primer & probe. Campurkan
Uji Berdasarkan Aglutinasi/Immunoassays
Menjelang Akhir Tahun 90an
Status uji cepat yang tersedia Perlu 48-72 jam dengan ketepatan yang beragam (70 - 95%) Semakin cepat pengujian, semakin mahal beayanya! Terjangkau ? Tergantung oleh siapa? Perdagangan Internasional Perlu waktu lebih pendek (8-12 jam) Ketepatan lebih tinggi
Pengujian cepat berbasis DNA Lebih tepat Lebih cepat Beaya?
Menjelang Akhir Tahun 90an
Pengujian Berdasarkan DNA
Hibridisasi DNA diikuti deteksi Assay Dot blot Fluoresensi atau Khemiluminesensi Polymerase Chain Reaction (PCR) diikuti deteksi Gel elektroforesis ELISA Fluoresensi atau Khemiluminesensi
1. Preparasi Sample 3. Hibridisasi 4. Deteksi Pengujian Berdasarkan DNA 2. Preparasi Sample
Comments